Sabtu, 08 Agustus 2009

OSIS Vs PRAMUKA

ircham

Beberapa hari terkahir ini saya mendapat sebuah kehormatan untuk melatih baris – berbaris di salah satu SMP Negeri di Ponorogo. Tempat latihan dipusatkan di sekitar GOR Singodimejo dan seputaran ‘dalan anyar’ Ponorogo. Materi – materi latihan sudah saya persiapkan dengan cukup matang mengingat waktu latihan hanya 6 hari. Rencananya latihan tersebut untuk persiapan lomba Kirab Pramuka yang akan diselenggarakan tanggal 13 Agustus 2009 nanti.


Hari pertama latihan cukup sukses dengan mendalami gerakan – gerakan di tempat. Meski ada beberapa anak yang kiranya masih belum bisa maksimal, tak begitu masalah karena masih akan diadakan seleksi lagi. Dari sekitar 60 anak putra akan diambil sebanyak 37 saja dan selebihnya terpaksa tidak bisa diikutkan dalam lomba kirab tersebut.

Latihan hari kedua saya merasa cukup bangga melihat perkembangan yang cukup signifikan dari anak – anak tersebut. Gerakan di tempat sudah cukup lancar bagi mereka, begitu juga dengan gerakan pindah tempat dan gerakan jalan. Pada latihan hari kedua ini sengaja saya fokuskan pada gerakan jalan karena penilaian baris – berbaris nantinya akan dilakukan pada waktu jalan dan bukan gerakan PBB ditempat. Setelah istirahat sekitar 30 menit latihan kami lanjutkan dengan mendalami gerakan – gerkan yang tadi sudah dipraktekkan. Dan tak lupa pada hari tersebut saya juga telah mengambil peserta sebanyak 37 anak untuk diikutkan dalam lomba nanti. Sayapun optimis bahwa dengan anak-anak pilihan saya tersebut nanti akan mampu bersaing dengan sekolah lain di Ponorogo.

Latihan hari ketiga dimulai agak siang. Sayapun memaklumi, mungkin ada kegiatan sekolah yang melibatkan mereka secara langsung dan lebih penting dari latihan baris – berbaris. Sambil menunggu kedatangan mereka di GOR Singodimejo saya mencoba untuk mengamati anak – anak dari sekolah lain yang juga latihan di kawasan tersebut yang mendatangkan pelatih khusus dari personil TNI. Jujur, saya agak minder, secara profesi yang jelas beliau – beliau lebih menguasai tehnik baris – berbaris daripada saya. Sekian lama saya menunggu akhirnya anak – anak yang saya rekrut untuk ikut lomba akhirnya datang juga. Namun jumlah mereka hanya sekitar 15 anak. Entah kemana yang lain, saya masih memendam tanya. Dari raut muka mereka yang hadir disitu saya mampu menangkap ada suatu kemalasan untuk latihan pada hari itu. Entah mengapa, saya masih juga memendam tanya.

Hari mulai panas, terik matahari langit Ponorogo semakin membakar kulit. Disela-sela istirahat akhirnya saya beranikan untuk menanyakan ketidak hadiran teman – teman mereka. Setidaknya ada satu anak yang bisa memberikan informasi yang bisa saya percaya karena dia dianggap sebagai pemimpin diantara mereka. Tanpa saya duga. Jawabannya cukup membuat saya untuk mengelus dada. Ternyata anak – anak yang tidak hadir itu direkrut oleh seorang guru pembina OSIS untuk mengikuti lomba baris – berbaris yang diselenggarakan oleh lembaga lain yang bukan dari pramuka. Doh….

Hari keempat latihan semangat semakin hilang tak karuan. Anak pilihan yang telah saya pilih malah diambil oleh pak guru yang asal nyerobot itu. Hari itu jumlah anak tetap 15. Saya belum berani mengambil keputusan untuk mencari pengganti mereka. Akhirnya saya mencoba mencari jalan keluar. Di sekolah tersebut saya kebagian melatih anak putra, sedangkan untuk anak putri dilatih oleh teman saya. Hari itu juga saya ingin bertemu dengan pak guru yang menjadi Pembina OSIS dan yang telah menyerobot anak pilihan saya tersebut. Bukan untuk ‘rebutan’ anak, melainkan saya hanya ingin kepastian dari beliau tentang pelaksanaan lomba baris tersebut. Sebelum bertemu dengan beliau saya mendapat informasi bahwa pelaksanaan lomba baris – berbaris yang diikuti oleh anak – anak OSIS tersebut yakni sehari sebelum lomba Kirab Pramuka.

Hhhhmmnn….. Hari semakin siang, niat untuk menemui pak guru itu saya urungkan. Waktu latihan telah habis mereka harus kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran. Sayapun pulang dengan sejuta kedongkolan dalam benak yang merasa dipermainkan. Saya tidak menyalahkan anak – anak yang dipilih oleh OSIS, sebagai siswa mereka wajib taat atas perintah gurunya, apalagi pembina OSIS. Memang di sekolah tersebut kapasitas saya hanya sebagai pelatih baris – berbaris, tetapi apa salahnya jika pak guru tersebut koordinasi dulu dengan saya sebelum main comot anak didik. Selain itu, waktu pelaksanaan lomba yang tidak bersamaan seharusnya bisa menjadi bahan pertimbangan agar anak Pramuka dan OSIS di sekolah tersebut tidak terlibat konflik hanya gara – gara kurangnya komunikasi antara Pembina Pramuka dan Pembina OSIS. Diakui atau tidak saya yakin bahwa di kemudian hari akan terjadi hal – hal serupa yang akan mempengaruhi prestasi kedua organisasi di sekolah tersebut. Lain daripada itu saya cukup menyayangkan tindakan Pembina Pramuka yang tidak secara cepat mengambil langkah tegas atau setidaknya bisa bernegoisasi dengan Pembina OSIS agar kedua lomba bisa diikuti dengan maksimal dengan mengadakan satu latihan untuk dua perlombaan.

Saya hanya pelatih baris – berbaris yang sengaja didatangkan untuk lomba kirab Pramuka, saya tidak punya wewenang untuk mengatur dan mempengaruhi kebijakan sekolah tersebut. Mungkin, dengan 'politik' yang di praktekkan Pak Guru tersebut anggaran dana dari pihak sekolah akan turun berlipat. Dan yang jelas yang mengatur keuangan untuk pengiriman peserta lomba adalah guru dari masing – masing organisasi (Pramuka dan OSIS). Jadi seandainya ada uang yang ‘mampir’ ke kantong mereka tak ada yang tau. Toh, laporannya pasti untuk akomodasi selama persiapan, latihan dan waktu pelaksanaan lomba. Besar biaya bisa difiktifkan. Yang penting ikutan lomba, dana turun, urusan dapat juara atau tidak itu karena 'goblog' nya pelatih (saya). Semoga semua dugaan saya ini keliru…..



16 komentar:

  1. Hallo blogger Ponorogo...
    salam kenal yach
    mampir keblogku key?? ada kopi luwak lho... :D

    BalasHapus
  2. salam kenal....Sabar mas....ane juga masih darah PO lho...??....hehehehe

    BalasHapus
  3. masya alloh, moga lebih baik lah ini negeri...

    BalasHapus
  4. Assalamu'alaikum,
    Sabar ya.. Mas, mungkin ada baiknya bila Mas tanyakan saja secara langsung kepada guru yg bersangkutan, lalu ajak kerjasama, agar bisa disesuaikan jadwal latihan murid-murid/latihan bersama dan kedua lomba bisa diikuti.Tapi ini hanya sekedar saran, mohon maaf bila kurang berkenan.
    (Dewi Yana)

    BalasHapus
  5. @Mengembalikan jati diri bangsa; lha ws bolak-balik mampir kok, tapi koment ndak masuk2....

    @Fernando de Grissee; ponorogonya mana mas...

    @buwel; asala ada buwel semua baik2 saja...(jiah)

    @jalandakwahbersama ; wa'alaikum salam...baik mbak saya usahakan, tapi waktu latihan udah habis.... terima kasih atas sarannya..

    BalasHapus
  6. emm... iya kdang profesionelitas buakan dijadikan suatu ukuran, tapi malah uang yang dijadikan ukuran ;)

    BalasHapus
  7. Koment sampeyan udah masuk kok.. Tadi ditangkep aksimet.. soir bro... memang si aksimet itu kurang asem, suka nangkepin koment teman2 yang tidak berdosa...
    LanjutGan postingan berikutnya..
    Namaku Khai
    Namamu??

    BalasHapus
  8. jadi teringat masa masa sekolah dulu :)

    BalasHapus
  9. ternyata ada yang main serobot yach

    BalasHapus
  10. @arifudin ; semoga bgitu kang...

    @khai; sip iya udah bisa..... aq ircham

    @andif ; punya kisah seru????

    @achmad sholeh ; ada tu om...

    BalasHapus
  11. mantabs...
    ternyata pramuka to dirimu :-)
    ternyata di tingkat sekolah menengah ada juga konflik kepentingan juga. tinggal bagaimana kita berdamai dengan mereka, demi tujuan yang sama...

    BalasHapus
  12. wah, selamat melatih baris berbaris, mas ircham, menjelang agustus-an, para siswa memang disibukkan dg latihan baris-berbaris utk memeriahkan momen hut RI. wah, sebagai pelatih, mas ircham juga punya wewenang utk menegakkan disiplin dg caranya sendiri kok. ndak harus bergantung pada pak gurunya itu, hehe ...

    BalasHapus
  13. Kasihan anak2nya juga kang, tidak tau kalau dimanfaatkan oknum gurunya

    BalasHapus
  14. akhirnya bisa koment juga

    BalasHapus
  15. @noe ; tujuanya yang jelas beda... saya melatih, beliau-beliau ----gak tau---

    @sawali tuhusetya ; yang jelas saya kalah pak.... hehehe

    @Pencerah ; belum saatnya mereka tau bang... heheeh

    @riffrizz; munkin....

    @suwung ; pasti ws mandi.... lek durung gak iso koment ...

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar sampeyan.
Matur Suwun.

Catatan Sawali Tuhusetya

MetaMARSphose

  • Gatal Garuk - Hampir semua kita pernah merasakan rasa yang dinamakan gatal, dan hampir semua kita pernah melakukan aktifitas yang disebut garuk, karena garuk adalah pert...

WAKTU

PENGUNJUNG

Counters

BLOG LINK

KOTAK PESAN

 
R - CHAM © 2008 All right reserved │ Powered By BLOGGER